Kenagarian Magek adalah bahagian dari Pemerintahan
Kabupaten Agam yang tidak dapat dipisahkan dari suatu keistimewaan Adat
Istiadatnya yang tidak lakang di paneh dan tak lapuak dihujan. Tingkah laku dan
perbuatan masyarakatnya dari masa ke masa tetap dalam kandungan Adat basandi
Syarak, Syarak basandi Kitabulah.
Nagari Magek yang berjarak tempuh dari Kota
Bukitinggi + 13 Km. yang diapit beberapa Nagari dan Kecamatan dengan
batas-batasnya sbb.
- Ke Barat dengan Kenagarian Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang
- Ke Timur dengan Kenagarian Kamang Hilir Kecamatan Kamang Magek
- Ke Utara dengan Kenagarian Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek
- Ke Selatan dengan Kenagarian Bungo Koto Tuo Kecamatan Baso
Kenagarian Magek merupakan bagian dari kecamatan
Kamang Magek yang terdiri dari hamparan yang membujur dari barat laut ke
tenggara, tidak ada bukit-bukit dan pegunungan. Luas Nagari ini keseluruhanya +
703 ha., sedangkan 443 ha. Diantara keseluruhanya adalah luas persawahan
rakyat. Kenagarian ini mempunyai ketinggian + 950 m. dari permukaan laut
yang keadaan tanahnya subur dan sangat cocok untuk areal pertanian. Juga
terdapat dua aliran sungai yang sangat membantu dalam kesuburan lahan
pertanian.
Nagari magek berpenduduk 4623 orang terbagi atas 16
Jorong dan dari 16 Jorong tersebut dihimpun menjadi 5 (lima) Sidang. Disetiap
Sidang terdapat 1 (satu) Masjid antara lain :
1. Sidang
Tigo Lurah terdapat Masjid Darussalam
Yang terdiri dari Jorong Koto Kaciak – Koto Marapak
2. Sidang
Surau Panjang terdapat Masjid Istiqamah
Yang
terdiri dari Jorong Kampung Bawah – Kampung Tangah – Guguak Pincuran – Pakan
Ahad
3. Sidang
Suaru Bacamin Terdapat Masjid Tawakkal
Yang
terdiri dari Jorong Lurah Ateh – Jr.Lurah Bawah – Jr.Simpang Kacang
4. Sidang
Kasiak Terdapat Masjid Al Jihad
Yang
terdiri dari Jorong Kasiak – Jr.Sawah Ladang – Jr. Kubang
5. Sidang
Ujung terdapat Masjid Al Manar
Yang
terdiri dari Jorong Gatah – Jr. Cubadak – Jr. Ambacang – Jr. Pulai
Masyarakat Nagari Magek terdiri dari 7 suku
antara lain:
Piliang -
Jambak - Melayu- Koto - Sikumbang - Bicu – Tanjuang. Ketujuh suku inilah
yang ikut bersama sama mulai merambah dan manaruko sehingga terbentuknya sebuah
Nagari yang bernama Nagari MAGEK.
Mungkin juga pengambilan nama untuk nagari ini disebabkan nenek moyang dahulu turun
dari suatu Nagari Padang Magek di Kecamatan Baso.
Jumlah keseluruhan Datuak yang hidup saat itu adalah
268 dengan rekapitulasi sebagai
berikut:
- Suku Pili terdiri dari 82 orang
- Suku Jambak terdiri dari 73 orang
- Suku Malayu terdiri dari 45 orang
- Suku Sikumbang terdiri dari 27 orang
- Suku Koto terdiri dari 20 orang
- Suku Bicu terdiri dari 17 orang
- Suku Tanjung terdiri dari 4 orang
Jumlah : 268
orang
Turunan Adat yang diawarisi dari
dahulu di Kenagarian Magek adalah memakai sistem Kelarasan Adat Koto
Piliang . Ditandai dengan adanya
bangunan Rumah Gadang yang di beri ba Anjuang seperti yang terdapat di Jorong
Guguak Pincuran Rumah Gadang Datuak Bandaro Kayo yang masih terawat dengan baik
setelah beberapa kali adanya renofasi dibeberapa bagian.
Begitu juga terhadap pangkat
masing-masing Penghulu yang mempunyai tingkatan, penghulu yang di bagi menjadi
beberapa tingkatan di setiap suku diantaranya : Nan Saparuik , Nan Ampek
Janjang , Nan baindu dan Nan Ba Basa 4 Balai (Kepala Suku Pucuak).Setiap suku
di Nagari Magek terdapat seorang penghulu dengan tingkatan Basa 4 balai yang
merupakan Penghulu-Suku-Pucuak. Penghulu
Suku Pucuak ini mempunyai tongkat disebut Nan Ampek Janjang /Ampek Inyiak dan ada yang Limo Inyiak , Masing masing yang Ampek janjang mempunyai lagi beberapa
Penghulu dibawahnya yang disebut yang Baparuik dan kesemuanya bergelar Datuak.
Namun pelaksanaan adat Salingka Nagari di sesuaikan dengan kondisi dan tuntutan
pada masa itu sesuai menurut adat bahwa
: Adat babuhua Sinta , Syarak Babuhua Mati.
(Pengurus KAN)

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSapangatahuan Ambo SIDANG KAMI
BalasHapusNAMO NYO SIDANG LURAH ...
MASJID NYO DULU IYO SURAU BACAMIN
SABALUM ITU BANAMO SURAU RAWANG
MAKO NYO BANAMO SURAU BACAMIN
SABAB WAKTU ITU SURAU YG JENDELA
NYO PAKAI KACO NAN BISA UTK BACAMIN
ADOLAH SURAU RAWANG ..
MAKO LAKEAK LAH NAMO NYO JADI
SURAU BACAMIN ... NAN TALATAK DI
SIDANG LURAH ...ITU LAH SEJARAH NAN
AMBO DAPEAK / DANGA ..
KALAU AMBO SALAH MOHON DI MAAF KAN